Eksposisi Perjanjian Baru 1
Lukas 15 (Tiga Perumpamaan Keselamatan) — 75 menit
Lukas 19:1–10 (Zakheus); Lukas 24 (Emaus & Kebangkitan) — 75 menit
Pertemuan ini melanjutkan Pertemuan 4 (pengantar Lukas–Kisah) dengan menyelami dua tema khas Lukas: perhatian bagi yang terhilang dan tersisih, serta perjalanan menuju Yerusalem. Mahasiswa diharapkan telah mengenal struktur Lukas dan motif “jalan” dari Pertemuan 3 sebagai dasar untuk membaca perikop-perikop ini.
I. Kerangka: Perjalanan ke Yerusalem dan Meja Makan
Lukas 9:51 menandai poros struktural Injil ini: Yesus “menetapkan wajah-Nya untuk pergi ke Yerusalem.” Sepanjang perjalanan itu (9:51–19:44), Lukas menyusun banyak bahan khasnya—termasuk Lukas 15 dan kisah Zakheus. Kedua perikop ini berada di dalam bingkai yang sama: Yesus makan bersama orang berdosa, dan pihak yang “bersungut-sungut” mempersoalkannya (15:1–2; 19:7). Pertemuan ini menutup dengan Lukas 24, ketika perjalanan itu mencapai puncaknya di kubur kosong dan di meja Emaus.1
II. Eksegesis Lukas 15 – Tiga Perumpamaan Keselamatan
A. Konteks: Bersungut-sungut di Meja (15:1–3)
Perikop dibuka dengan tuduhan kaum Farisi dan ahli Taurat. Perhatikan bahwa Lukas 15:3 memakai kata “perumpamaan” dalam bentuk tunggal: tiga cerita ini dimaksudkan sebagai satu jawaban atas satu keberatan.
“Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
B. Pola Paralel dan Peningkatan
Bagian yang hilang meningkat (1/100 → 1/10 → 1/2) dan kehilangan menjadi semakin relasional. Refrain sukacita (15:6, 7, 9, 10, 23, 24, 32) mengikat ketiganya.1
C. Perumpamaan Anak yang Hilang (15:11–32)
Kenneth Bailey menekankan latar budaya Timur Tengah: permintaan warisan semasa ayah hidup adalah penghinaan berat, dan seorang ayah terhormat yang berlari menyongsong anaknya melepaskan martabatnya demi rekonsiliasi.2 N. T. Wright membaca kisah ini pada tingkat yang lebih luas sebagai cerita tentang pembuangan dan kepulangan Israel—sehingga sikap sang kakak mencerminkan mereka yang menolak kepulangan itu terjadi bersama orang-orang “yang salah.”3
III. Eksegesis Lukas 19:1–10 – Zakheus
Zakheus adalah “kepala pemungut cukai” (ἀρχιτελώνης, kata yang hanya muncul di sini dalam Perjanjian Baru) dan kaya, di Yerikho—titik terakhir sebelum Yesus mendaki ke Yerusalem. Inisiatif ada pada Yesus: “hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (19:5; δεῖ menandakan keharusan ilahi). Bersungut-sungut muncul lagi (19:7, διεγόγγυζον), membentuk inklusio dengan 15:2.
“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Ayat 19:8 memakai kata kerja bentuk sekarang (“aku memberikan…, aku mengembalikan…”). Penafsir berbeda: apakah ini kebiasaan Zakheus yang sudah berjalan (pembelaan diri), atau tekad pertobatan yang baru?4 Apa pun pilihannya, pernyataan “hari ini keselamatan telah datang ke rumah ini” (19:9) menunjukkan bahwa keselamatan bersifat relasional dan sosial: Zakheus dipulihkan sebagai “anak Abraham.”5
IV. Eksegesis Lukas 24 – Kebangkitan dan Emaus
A. Kubur Kosong (24:1–12)
Perempuan-perempuan mendapati batu terguling dan menerima pesan malaikat. Berbeda dengan Markus 16:8, mereka menyampaikan berita itu—tetapi para rasul menganggapnya “omong kosong” (24:11).
B. Jalan ke Emaus (24:13–35)
Dua murid meninggalkan Yerusalem sambil membicarakan “semua yang terjadi.” Yesus berjalan bersama mereka, tetapi mata mereka “tertahan” (24:16). Motif “jalan” (ὁδός) dari Pertemuan 3 kembali: di sini Yesus menjadi teman seperjalanan yang menjelaskan Kitab Suci “mulai dari Musa dan segala nabi” (24:27). Ada dua momen pembukaan: Kitab Suci dibukakan (διήνοιγεν, 24:32) dan mata dicelikkan (διηνοίχθησαν, 24:31) saat Ia memecah roti.6
“…dan bagaimana Ia dikenal oleh mereka pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.”
C. Penampakan dan Pengutusan (24:36–53)
Yesus makan ikan di hadapan mereka (24:42–43), membuka pikiran mereka untuk memahami Kitab Suci (24:45), dan mengutus mereka: pertobatan dan pengampunan dosa diberitakan “kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (24:47). Kisah kenaikan (24:50–53) menjadi pintu masuk ke Kisah Para Rasul 1 pada Pertemuan 6.
V. Sintesis: Yesus yang Mencari dan Duduk Makan
Ketiga perikop membentuk satu alur: Yesus mencari (Luk. 15), Yesus menyelamatkan yang hilang (19:10), dan Yesus yang bangkit tetap hadir di meja bersama murid (24). Meja makan adalah tempat penyingkapan identitas dan pemulihan relasi di seluruh Injil ini.
VI. Penugasan
Tugas Terstruktur
Tugas Mandiri (Pilih Satu dari 10)
Mahasiswa S1 Teologi memilih satu dari Kelompok A; mahasiswa S1 PAK memilih satu dari Kelompok B. Boleh memilih dari kelompok lain apabila berminat.
VII. Pertanyaan Diskusi Kelas
📚 Catatan Kaki
1 Joel B. Green, The Gospel of Luke, New International Commentary on the New Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 1997), 568–91.
2 Kenneth E. Bailey, Poet and Peasant and Through Peasant Eyes: A Literary-Cultural Approach to the Parables in Luke (Grand Rapids: Eerdmans, 1983), 158–206.
3 N. T. Wright, Jesus and the Victory of God (Minneapolis: Fortress Press, 1996), 125–31.
4 A. C. Mitchell, “Zacchaeus Revisited: Luke 19,8 as a Defense,” Biblica 71 (1990): 153–76.
5 Joseph A. Fitzmyer, The Gospel According to Luke X–XXIV, Anchor Bible 28A (New York: Doubleday, 1985), 1218–29.
6 Robert C. Tannehill, The Narrative Unity of Luke–Acts: A Literary Interpretation, vol. 1, The Gospel according to Luke (Philadelphia: Fortress Press, 1986), 276–90.