Bimbingan Iman · 1
Kepastian Pengampunan Dosa
Iman yang kokoh tidak berdiri di atas perasaan,
melainkan di atas janji-janji Allah yang tidak berubah.
Selamat! Anda baru saja mengambil langkah iman yang paling penting dalam hidup Anda. Setelah seseorang menerima Yesus Kristus, sering kali muncul piiran-pikiran yang membuat Anda ragu dengan pengampunan itu.
Pergumulan ini sangat wajar. Keragu-raguan memang dapat saja muncul. Tetapi perlu diingat dengan sungguh-sungguh: iman Kristen tidak dibangun di atas perasaan atau piiran kita, melainkan di atas perjanjian Allah yang pasti dan tidak akan pernah berubah. Bimbingan ini akan menolong Anda menancapkan jangkar iman pada firman Tuhan, bukan pada naik-turunnya emosi.
Bayangkan seseorang yang baru saja resmi menikah. Di hari pernikahan, ia merasa bahagia, tetapi apakah ia harus menangis tersedu-sedu karena bahagia — Apakah itu berarti pernikahannya tidak sah? Tentu tidak. Pernikahan itu sah bukan karena perasaannya, melainkan karena janji yang diucapkannya di hadapan Tuhan dan jemaat. Demikian pula dengan pengampunan — pengampunan tidak dibuktikan dengan perasaan Anda, melainkan karena janji Allah yang tidak berubah.
Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa ukuran pengampunan adalah perasaan. Pengampunan dibuktikan oleh langkah iman Anda— dan kesetiaan Allah pada janji-Nya.
— Roma 1:17b
— Ibrani 11:1
Pengampunan Allah dalam hidup Anda bukan dilihat dari perasaan Anda, melainkan dari kesetiaan Allah pada janji-Nya: Perubahan hidup, cara berpikir yang berbeda, karakter yang berubah, itulah tanda kehidupan rohani yang sesungguhnya.
1Pengampunan Terjadi, Bukan Karena Anda Layak
Satu fakta penting untuk diyakini adalah bahwa pengampunan Allah tidak pernah didasarkan pada kelayakan kita, melainkan pada kasih-Nya yang melimpah.
“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan.”
— Efesus 2:4-5
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
— Efesus 2:8-9
Keselamatan (termasuk di dalamnya adalah pengampunan) adalah pemberian, bukan upah. Allah mengampuni bukan karena kita baik, tetapi karena Ia baik.
“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang pengasih dan penyayang,…
— Ulangan 4:31
2Seberapa Jauh Allah Mengampuni?
Mungkin Anda bertanya: “Apakah Allah benar-benar mengampuni SEMUA dosa saya — termasuk yang paling berat dan memalukan?” Alkitab menjawab dengan gambar-gambar yang sangat kuat dan konkret:
“Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”
— Mazmur 103:12
Timur dan barat tidak pernah bertemu. Jaraknya tak terhingga. Itulah gambaran seberapa jauh Allah membuang dosa Anda dari hadapan-Nya.
“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”
— Yesaya 1:18
Kirmizi adalah pewarna paling sulit dihilangkan di zaman kuno — menjadi gambaran dosa yang paling berat dan memalukan. Allah berkata, dosa semerah kirmizi itu pun akan menjadi seputih salju. Tidak ada noda yang terlalu berat, terlalu dalam, atau terlalu gelap bagi Allah untuk menghapusnya.
“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.”
— Yesaya 43:25
Perhatikan, “Aku,… yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri.” Bukan karena usaha kita. Bukan karena kita sudah cukup menyesal. Allah menghapus dosa karena itulah sifat-Nya yang murah hati.
3Pengampunan yang Tuntas dan Kekal
Pengampunan yang Allah berikan melalui Yesus Kristus bukan pengampunan sebagian. Darah Kristus menebus kita dari seluruh hukuman karena dosa kita.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
— 1 Yohanes 1:9
Perhatikan dua kata yang luar biasa, Allah “setia dan adil.” Ia setia pada janji-Nya untuk mengampuni. Ia adil karena hukuman dosa sudah diambil alih oleh Yesus Kristus di salib. Artinya, Allah tidak mungkin tidak mengampuni orang yang datang kepada-Nya — karena jika Ia tidak mengampuni, Ia tidak adil terhadap pengurbanan yang Ia telah tetapkan sendiri.
“Dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”
— Ibrani 10:17
Ini bukan berarti Allah menjadi “pelupa.” Allah yang Mahatahu tidak mungkin lupa. Ini berarti Ia memilih, secara aktif dan berdaulat, untuk tidak lagi memperhitungkan dosa-dosa yang sudah diampuni. Ia tidak menyimpannya sebagai bukti untuk dituduhkan kembali di kemudian hari.
“Sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”
— Yeremia 31:34b
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN.”
— Mazmur 32:1-2
Mazmur ini ditulis oleh Daud setelah dosa yang ia lakukan: perzinahan dan pembunuhan. Namun ia menyebut orang yang diampuni Allah sebagai orang yang berbahagia. Ini tidak berarti bahwa Kita boleh berbuat dosa, Daud bertobat dengan kesungguhan dan hati yang tulus. Dan Allah mengampuninya karena pertobatannya. Kebahagiaan Daud bukan karena Daud dapat diampuni setiap kali berbuat dosa, melainkan karena pertobatannya maka dosanya tidak lagi diperhitungkan.
4Allah Adalah Bapa yang Mengasihi, Bukan Hakim yang Membenci
Banyak orang membayangkan Allah sebagai hakim yang membenci orang berdosa. Allah dalam Alkitab digambarkan sangat berbeda. Ia adalah Bapa yang penuh belas kasihan.
“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia tahu apa kita, Dia ingat bahwa kita ini debu.”
— Mazmur 103:13-14
“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”
— Yesaya 49:15
Kasih Allah bahkan melampaui kasih seorang ibu kepada bayinya. Ia tidak akan melupakan Anda. Itulah Allah yang kita.
“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?”
— Mikha 7:18
Tidak ada Allah seperti Dia — Allah yang berkenan mengampuni, yang suka menunjukkan kasih setia-Nya. Mengampuni bukan beban bagi-Nya. Itulah siapa Dia.
5Status Anda Sekarang: Tidak Ada Penghukuman
Karena Anda sudah berada di dalam Kristus, status Anda di hadapan Allah telah berubah selamanya:
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
— Roma 8:1
“Tidak ada” — bukan “sedikit berkurang”, bukan “ditunda”, bukan “tergantung perilaku Anda ke depan.” Tidak ada penghukuman berarti tidak ada timbangan dosa dan amal di pengadilan nanti. Karena Allah tidak ingin mengingat dosa-dosa kita lagi.
“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”
— Roma 5:1
“…tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
— Roma 8:39
“Karena Ia sendiri telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.'”
— Ibrani 13:5b
Identitas Baru Anda di Dalam Kristus
Diampuni — Allah tidak lagi mengingat dosa Anda (Ibrani 10:17)
Dibenarkan — Tidak ada penghukuman bagi Anda (Roma 8:1)
Diperdamaikan — Hidup dalam damai dengan Allah (Roma 5:1)
Tidak Terpisahkan — Tidak ada yang dapat memisahkan Anda dari kasih-Nya (Roma 8:39)
6Jika Anda Merasa Dituduh Karena Dosa Masa lalu
Rasa bersalah yang terus-menerus setelah diampuni bukan datang dari Allah — melainkan dari Iblis. Wahyu 12:10 menyebut Iblis sebagai “pendakwa saudara-saudara kita.” Ia suka mengingatkan kita pada dosa-dosa yang sudah Allah lupakan. Bagaimana cara menghadapinya?
“Jika hati kita menuduh kita, Allah adalah lebih besar dari hati kita dan Ia mengetahui segala sesuatu.”
— 1 Yohanes 3:20
Ketika Anda merasa dituduh, ingatlah: Allah lebih besar dari Iblis. Hati Anda bisa salah. Perasaan Anda bisa menipu. Tetapi Allah tidak pernah menipu.
“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.”
— Amsal 24:16
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”
— Ibrani 4:16
Ketika Anda dituduh, jangan lari dari Tuhan — larilah kepada Tuhan. Takhta-Nya adalah takhta kasih karunia, bukan takhta penghakiman bagi anak-Nya.
★Ayat-Ayat untuk Dihafalkan
Simpanlah janji-janji ini dalam hati Anda. Ketika keraguan datang, lawanlah dengan firman Tuhan.
Luasnya pengampunan
“Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”
— Mazmur 103:12
Allah tidak mengingat lagi
“Dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”
— Ibrani 10:17
Status Anda sekarang
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
— Roma 8:1
Kasih yang tak terpisahkan
“…tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
— Roma 8:39
Peganglah kebenaran ini: jika Anda telah datang kepada Yesus dengan pertobatan dan iman, Anda telah diampuni sepenuhnya dan selamanya. Hiduplah dalam syukur — taatlah bukan supaya diampuni, tetapi karena Anda sudah diampuni. Biarlah kepastian ini menjadi dasar yang kokoh bagi setiap langkah iman Anda ke depan.
Pdt. D. Horatius Herman, M.Th.
“Tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” — Roma 8:1