▶ Bab 1 — Pengantar dan Alur Kerja
▶ 1.1 Tentang manual ini
Manual ini menuntun Anda dari nol: memasang Zotero, memasukkan referensi, lalu menghasilkan catatan kaki Turabian edisi ke-9 (full note) lengkap dengan Ibid. dan bibliografi di Microsoft Word. Manual ini disusun untuk mahasiswa dan penulis karya ilmiah teologi, tetapi langkahnya berlaku untuk bidang apa pun yang memakai Turabian/Chicago.
Zotero adalah manajer referensi gratis dan bersumber terbuka (open source). Zotero menyimpan data buku, artikel, dan halaman web; menyimpan PDF dan catatan Anda; lalu menyisipkan sitasi ke Word dalam gaya yang Anda pilih. Karena gaya sitasi dihasilkan otomatis, Anda dapat mengganti gaya kapan saja tanpa mengetik ulang.
Manual ini disusun pada Oktober 2026 dengan acuan Zotero 7 dan Microsoft Word 2016/Microsoft 365. Tampilan dan nama menu dapat berubah pada versi yang lebih baru. Bila label menu sedikit berbeda, cari menu dengan fungsi serupa dan periksa dokumentasi resmi di zotero.org/support.
▶ 1.2 Alur kerja ringkas
- Instal Zotero, Zotero Connector (di peramban), dan pastikan plugin Word aktif (Bab 3).
- Pasang gaya “Turabian 9th edition (full note)” (Bab 3.9).
- Kumpulkan referensi dari web, DOI/ISBN, PDF, atau input manual (Bab 4).
- Rapikan data referensi: nama penulis, judul, seri, tempat terbit, bahasa (Bab 4 dan 5).
- Tulis di Word: sisipkan sitasi sebagai catatan kaki; Zotero mengatur nota pertama, nota ringkas, dan Ibid. (Bab 6).
- Buat bibliografi, lakukan Refresh, dan periksa hasil akhir dengan daftar periksa (Bab 7 dan 8).
▶ 1.3 Istilah yang dipakai
Seluruh koleksi referensi Anda di Zotero.
Folder tematik di dalam library (mis. satu per mata kuliah atau tesis).
Satu entri referensi (buku, artikel, dsb.).
Ekstensi peramban untuk menyimpan referensi dari halaman web ke Zotero.
Tab Zotero di Word untuk menyisipkan sitasi dan bibliografi.
Citation Style Language, format berkas gaya sitasi (.csl).
Penunjuk bagian yang dikutip (halaman, bab, dsb.).
▶ Bab 2 — Memahami Turabian Edisi ke-9 (Full Note) dan Ibid.
▶ 2.1 Apa yang dimaksud “Turabian 9 Full Note”
A Manual for Writers of Research Papers, Theses, and Dissertations karya Kate L. Turabian (edisi ke-9, 2018) disusun berdasarkan The Chicago Manual of Style edisi ke-17 dan lazim dipakai di sekolah-sekolah teologi. Turabian menyediakan dua sistem sitasi. Manual ini memakai sistem catatan kaki–bibliografi (notes–bibliography), yang umum dalam teologi dan humaniora.
Dalam sistem ini ada tiga komponen yang harus konsisten:
- Catatan kaki pertama (full note) — saat sebuah sumber dikutip pertama kali, seluruh data bibliografisnya ditulis lengkap.
- Catatan ringkas (shortened note) — pada kutipan berikutnya dari sumber yang sama, cukup nama belakang penulis, judul singkat, dan halaman.
- Ibid. — singkatan dari ibidem (“di tempat yang sama”), dipakai bila sumber sama dengan catatan tepat di atasnya.
- Bibliografi — daftar seluruh sumber di akhir tulisan, disusun alfabetis.
Turabian 9 dan CMOS 17 sebenarnya menganjurkan nota ringkas dan tidak terlalu menyukai Ibid., tetapi Ibid. masih diperbolehkan. Banyak dosen dan institusi teologi tetap mensyaratkannya, itulah sebabnya manual ini membahasnya secara khusus.
▶ 2.2 Anatomi catatan kaki pertama
Angka Arab superskrip di teks, diletakkan setelah tanda baca (kecuali tanda hubung).
¹
Nama depan lebih dulu, lalu nama belakang. Dua atau tiga penulis dihubungkan “and” (atau kata penghubung sesuai pedoman kampus).
Larry W. Hurtado
Dicetak miring; huruf kapital gaya judul (headline style); subjudul setelah titik dua.
Lord Jesus Christ: Devotion to Jesus in Earliest Christianity
Dalam tanda kurung: (Kota: Penerbit, Tahun).
(Grand Rapids: Eerdmans, 2003)
Dipisah koma; catatan diakhiri titik.
53.
▶ 2.3 Contoh format menurut jenis sumber
Semua contoh di bawah bersifat ilustratif untuk memperlihatkan format. Data bibliografis (tahun, halaman, penerbit) harus selalu dicocokkan dengan sumber aslinya (halaman judul dan halaman hak cipta), bukan dengan contoh ini. Contoh bernama fiktif ditandai “(fiktif)”.
Catatan pertama: 1. Larry W. Hurtado, Lord Jesus Christ: Devotion to Jesus in Earliest Christianity (Grand Rapids: Eerdmans, 2003), 53.
Catatan ringkas: 5. Hurtado, Lord Jesus Christ, 60.
Bibliografi: Hurtado, Larry W. Lord Jesus Christ: Devotion to Jesus in Earliest Christianity. Grand Rapids: Eerdmans, 2003.
Catatan pertama: 2. Richard T. France, The Gospel of Mark, New International Greek Testament Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 2002), 45.
Catatan ringkas: 6. France, Gospel of Mark, 52.
Bibliografi: France, Richard T. The Gospel of Mark. New International Greek Testament Commentary. Grand Rapids: Eerdmans, 2002.
Catatan pertama: 3. Craig L. Blomberg and Jennifer Foutz Markley, A Handbook of New Testament Exegesis (Grand Rapids: Baker Academic, 2010), 12.
Catatan ringkas: 7. Blomberg and Markley, Handbook of New Testament Exegesis, 30.
Bibliografi: Blomberg, Craig L., and Jennifer Foutz Markley. A Handbook of New Testament Exegesis. Grand Rapids: Baker Academic, 2010.
Catatan pertama: 4. William Wrede, The Messianic Secret, trans. J. C. G. Greig (Cambridge: James Clarke, 1971), 33.
Catatan ringkas: 8. Wrede, Messianic Secret, 40.
Bibliografi: Wrede, William. The Messianic Secret. Translated by J. C. G. Greig. Cambridge: James Clarke, 1971.
Catatan pertama: 9. Larry W. Hurtado, “Christology,” in Dictionary of the Later New Testament and Its Developments, ed. Ralph P. Martin and Peter H. Davids (Downers Grove, IL: InterVarsity, 1997), 172.
Catatan ringkas: 10. Hurtado, “Christology,” 175.
Bibliografi: Hurtado, Larry W. “Christology.” In Dictionary of the Later New Testament and Its Developments, edited by Ralph P. Martin and Peter H. Davids, 170–84. Downers Grove, IL: InterVarsity, 1997.
Catatan pertama: 11. Larry W. Hurtado, “Pre-70 CE Jewish Opposition to Christ-Devotion,” Journal of Theological Studies 50, no. 1 (1999): 40.
Catatan ringkas: 12. Hurtado, “Pre-70 CE Jewish Opposition,” 42.
Bibliografi: Hurtado, Larry W. “Pre-70 CE Jewish Opposition to Christ-Devotion.” Journal of Theological Studies 50, no. 1 (1999): 35–58.
Catatan: pada catatan kaki hanya halaman yang dirujuk yang ditulis; rentang halaman seluruh artikel hanya muncul di bibliografi.
Catatan pertama: 13. Yohanes Santoso, Teologi Perjanjian Baru: Sebuah Pengantar (Pontianak: Penerbit Contoh, 2018), 15.
Catatan ringkas: 14. Santoso, Teologi Perjanjian Baru, 20.
Bibliografi: Santoso, Yohanes. Teologi Perjanjian Baru: Sebuah Pengantar. Pontianak: Penerbit Contoh, 2018.
Catatan pertama: 15. Maria Lestari, “Kristologi dalam Injil Markus: Sebuah Studi Eksegetis” (Tesis M.Th., Sekolah Tinggi Teologi Contoh, 2020), 45.
Catatan ringkas: 16. Lestari, “Kristologi dalam Injil Markus,” 50.
Bibliografi: Lestari, Maria. “Kristologi dalam Injil Markus: Sebuah Studi Eksegetis.” Tesis M.Th., Sekolah Tinggi Teologi Contoh, 2020.
Catatan pertama: 17. “Style Repository,” Zotero, accessed October 12, 2026, https://www.zotero.org/styles.
Bibliografi: Zotero. “Style Repository.” Accessed October 12, 2026. https://www.zotero.org/styles.
Catatan: tanggal akses dicantumkan bila halaman tidak memiliki tanggal terbit atau pembaruan.
Teks Alkitab umumnya ditulis langsung di badan tulisan atau di dalam kurung (mis. Mrk. 1:1), bukan sebagai catatan kaki berisi data buku, dan tidak dimasukkan ke bibliografi. Singkatan nama kitab dan versi (TB, TL, BIS, NIV, NA28) mengikuti pedoman penulisan institusi Anda. Bila Anda membandingkan beberapa terjemahan, sebutkan versi yang dipakai pada kutipan pertama.
Istilah Inggris atau Indonesia? Turabian asli memakai singkatan Inggris (ed., trans., vol., accessed). Sebagian institusi teologi di Indonesia meminta padanan Indonesia (mis. peny., terj., jil., diakses). Perangkat lunak akan menghasilkan istilah Inggris bila bahasa dokumen diatur ke English; jika kampus Anda meminta istilah Indonesia, tanyakan pedoman resmi dan sesuaikan pada tahap akhir.
▶ 2.4 Aturan Ibid. langkah demi langkah
- Tulis “Ibid.” dengan huruf kapital di awal, diakhiri titik, tidak dimiringkan.
- “Ibid.” saja berarti sumber dan halaman sama dengan catatan tepat di atasnya.
- “Ibid., 47.” berarti sumber sama, tetapi halaman berbeda.
- Ibid. hanya merujuk ke catatan tepat di atasnya. Bila ada catatan lain di antaranya, pakai catatan ringkas.
- Ibid. hanya boleh dipakai bila catatan sebelumnya memuat satu sumber saja. Jika catatan sebelumnya mengutip dua sumber (dipisah titik koma), jangan pakai Ibid.
- Karena Ibid. bergantung pada urutan, jangan mengetiknya manual. Biarkan perangkat lunak menghitungnya ulang setiap kali Anda menambah, menghapus, atau memindahkan catatan kaki.
▶ 2.5 Simulasi urutan catatan kaki
Tabel berikut memperlihatkan bagaimana urutan catatan kaki akan tampak bila Ibid. aktif.
Richard T. France, The Gospel of Mark, New International Greek Testament Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 2002), 45.
Kutipan pertama dari France: ditulis lengkap.
Ibid., 47.
Sumber sama dengan no. 1, halaman berbeda.
Larry W. Hurtado, Lord Jesus Christ: Devotion to Jesus in Earliest Christianity (Grand Rapids: Eerdmans, 2003), 100.
Kutipan pertama dari Hurtado: ditulis lengkap.
France, Gospel of Mark, 52.
France muncul lagi, tetapi bukan catatan tepat sebelumnya, jadi memakai nota ringkas.
Ibid., 55.
Sumber sama dengan no. 4 (France).
Ibid.
Sumber dan halaman sama dengan no. 5.
Hurtado, Lord Jesus Christ, 60.
Hurtado muncul lagi setelah France: nota ringkas.
▶ 2.6 Aturan bibliografi
- Judul bagian (“Bibliografi” atau “Daftar Pustaka”, sesuai pedoman kampus) diketik manual.
- Urutan alfabetis menurut nama belakang penulis pertama.
- Hanya penulis pertama yang dibalik (Belakang, Depan); penulis kedua dan seterusnya ditulis dengan urutan biasa.
- Unsur dipisahkan titik (bukan koma atau kurung): Penulis. Judul. Kota: Penerbit, Tahun.
- Baris kedua dan seterusnya menjorok (hanging indent, sekitar 1,27 cm).
- Bila sebuah gaya mengganti nama penulis yang berulang dengan garis tiga em (———), itu sah menurut Chicago/Turabian.
- Teks Alkitab umumnya tidak masuk bibliografi.
▶ 2.7 Pengaturan dokumen Word yang lazim
Angka berikut adalah patokan umum Turabian; utamakan pedoman penulisan institusi Anda bila berbeda.
2,54 cm (1 inci) di keempat sisi; sebagian kampus memakai 4-3-3-3 cm.
Font serif (mis. Times New Roman) 12 pt, spasi ganda.
Ukuran 10 pt, spasi tunggal, jarak antarcatatan satu baris kosong atau spasi sesudah paragraf 6–10 pt. Ubah lewat gaya Footnote Text.
Spasi tunggal dalam satu entri, satu baris kosong antarentri, hanging indent. Ubah lewat gaya Bibliography.
▶ Bab 3 — Instalasi dan Pengaturan Awal
▶ 3.1 Persyaratan
- Windows 10/11, macOS (versi terbaru yang didukung), atau Linux 64-bit. Periksa persyaratan terkini di halaman unduh Zotero.
- Untuk sitasi di Word: Microsoft Word 2016 atau lebih baru, atau Microsoft 365 (Windows/macOS). Zotero juga mendukung LibreOffice dan Google Docs, tetapi manual ini memakai Word.
- Koneksi internet untuk mengunduh dan, bila diinginkan, sinkronisasi.
- Ruang disk secukupnya; PDF yang disimpan dapat memakan banyak ruang.
Tutup Microsoft Word sebelum menginstal Zotero. Dengan begitu plugin Word terpasang otomatis tanpa gangguan.
▶ 3.2 Instalasi di Windows
- Buka zotero.org/download di peramban.
- Klik tombol unduh Zotero untuk Windows.
- Jalankan berkas pemasang (setup.exe) yang terunduh. Jika muncul peringatan Windows SmartScreen, pilih More info → Run anyway (pastikan berkas berasal dari zotero.org).
- Ikuti wizard dengan opsi standar (Standard install) lalu klik Install dan Finish.
- Buka Zotero. Folder data bawaan berada di profil pengguna Anda (folder Zotero). Biarkan bawaan kecuali ada alasan khusus.
▶ 3.3 Instalasi di macOS
- Unduh berkas .dmg dari zotero.org/download.
- Buka berkas .dmg, lalu seret ikon Zotero ke folder Applications.
- Buka Zotero dari folder Applications. Bila macOS menolak karena pengembang tidak dikenal, klik kanan ikon → Open → Open.
- Saat pertama kali menyisipkan sitasi dari Word, macOS dapat meminta izin Automation/akses. Pilih OK/Allow agar Zotero dapat mengendalikan Word.
▶ 3.4 Instalasi di Linux (ringkas)
Unduh arsip dari zotero.org/download, ekstrak ke folder pilihan (mis. di direktori home), lalu jalankan berkas zotero di dalamnya. Microsoft Word tidak tersedia di Linux; pengguna Linux umumnya memakai plugin LibreOffice yang disediakan Zotero. Langkah Bab 6 pada dasarnya serupa, tetapi nama tombol dapat berbeda.
▶ 3.5 Memasang Zotero Connector di peramban
- Di zotero.org/download, klik Install Browser Connector (tersedia untuk Chrome, Firefox, Edge, dan Safari).
- Setujui pemasangan ekstensi di toko ekstensi peramban Anda.
- Sematkan (pin) ikon Zotero di bilah alat agar mudah diklik.
- Pastikan aplikasi Zotero terbuka saat Anda menyimpan referensi dari web.
▶ 3.6 Memastikan plugin Word aktif
Bila Word terdeteksi saat instalasi, plugin terpasang otomatis. Buka Word dan periksa apakah ada tab Zotero di pita (ribbon). Jika tab belum ada:
- Tutup Word sepenuhnya.
- Di Zotero buka Edit → Settings (Windows/Linux) atau Zotero → Settings (macOS).
- Pilih panel Cite → Word Processors.
- Klik Reinstall Microsoft Word Add-in (atau tombol pemasangan yang tersedia), lalu tunggu konfirmasi.
- Buka kembali Word; tab Zotero seharusnya muncul.
Tab Zotero hanya berfungsi bila aplikasi Zotero terbuka di komputer yang sama. Jika Word tidak merespons saat menyisipkan sitasi, pastikan Zotero berjalan.
▶ 3.7 Akun dan sinkronisasi (disarankan)
- Buat akun gratis di zotero.org/user/register.
- Di Zotero buka Settings → Sync, lalu masuk dengan akun Anda.
- Aktifkan sinkronisasi otomatis. Data referensi (metadata) disinkronkan tanpa batas; berkas PDF memakai kuota penyimpanan gratis yang terbatas (cek kuota terbaru di akun Anda). Alternatifnya, gunakan WebDAV untuk berkas.
- Pada komputer lain, instal Zotero dan masuk dengan akun yang sama untuk mendapatkan library Anda.
Jangan menaruh folder data Zotero di dalam folder yang disinkronkan layanan cloud lain (OneDrive, Dropbox, Google Drive). Dua mekanisme sinkronisasi pada folder yang sama berisiko merusak basis data. Gunakan sinkronisasi Zotero sendiri dan buat cadangan terpisah (Bab 5.8).
▶ 3.8 Pengaturan awal yang disarankan
Aktifkan otomatis melampirkan PDF saat menyimpan item, otomatis mengambil metadata PDF, dan otomatis mengganti nama berkas lampiran berdasarkan metadata.
Masuk akun; atur sinkronisasi otomatis dan metode sinkronisasi berkas.
Mengelola gaya sitasi (Bab 3.9) dan plugin pengolah kata (Bab 3.6).
Lokasi folder data; linked attachment base directory bila Anda menautkan berkas, bukan menyalinnya.
▶ 3.9 Memasang gaya “Turabian 9th edition (full note)”
- Buka Settings → Cite. Di bagian Styles klik tombol + (Get additional styles).
- Pada kotak pencarian ketik Turabian.
- Pilih Turabian 9th edition (full note), lalu klik Add.
- Gaya kini muncul dalam daftar gaya terpasang dan dapat dipilih dari plugin Word.
Cara alternatif: buka zotero.org/styles, ketik “Turabian” pada pencarian, klik gayanya, dan setujui pemasangan saat Zotero meminta.
Nama gaya pada repositori dapat diperbarui dari waktu ke waktu. Bila nama persisnya berbeda, pilih gaya Turabian edisi ke-9 dengan sistem catatan kaki/notes–bibliography (full note). Anda dapat mengecek apakah Ibid. dihasilkan dengan uji sederhana pada Bab 7.1.
▶ Bab 4 — Memasukkan Referensi ke Zotero
▶ 4.1 Mengenal antarmuka
- Panel kiri: library dan collection (folder).
- Panel tengah: daftar item pada collection terpilih.
- Panel kanan (Item Pane): detail item — Info, Abstract, Attachments, Notes, Tags, Related.
▶ 4.2 Dari halaman web (cara tercepat)
- Buka halaman buku atau artikel (katalog perpustakaan, WorldCat, Google Books, situs jurnal, penerbit).
- Klik ikon Zotero Connector. Ikon berubah sesuai jenis halaman (buku, artikel, halaman web).
- Pilih collection tujuan, lalu simpan.
- Periksa hasilnya di Zotero. Data dari web sering tidak lengkap atau tidak sesuai Turabian (lihat Bab 4.7).
▶ 4.3 Dari ISBN atau DOI
- Di Zotero klik ikon tongkat ajaib (Add Item by Identifier).
- Ketik ISBN buku atau DOI artikel, lalu Enter.
- Zotero mengambil metadata dari katalog daring. Periksa penerbit, kota, tahun, dan edisi.
▶ 4.4 Dari berkas PDF
- Seret berkas PDF ke jendela Zotero.
- Klik kanan PDF → Retrieve Metadata for PDF. Bila berhasil, PDF menjadi lampiran dari item induk.
- Bila gagal (umum untuk buku lama atau hasil pindai), klik kanan → Create Parent Item lalu isi data manual.
▶ 4.5 Input manual
- Klik tombol New Item (ikon lembar dengan tanda +).
- Pilih jenis item: Book, Book Section, Journal Article, Thesis, Web Page, Encyclopedia Article, dst.
- Isi field pada Item Pane menurut tabel di bawah.
Author, Title, Series, Series Number, Volume, Edition, Place, Publisher, Date, Language
Subjudul ditulis dalam Title setelah titik dua. Seri tafsir diisi di Series.
Author (penulis bab), Title (judul bab), Book Title, Editor, Volume, Pages, Place, Publisher, Date
Untuk entri kamus/ensiklopedia dalam buku sunting, bisa juga memakai jenis Dictionary Entry/Encyclopedia Article.
Author, Title, Publication (nama jurnal lengkap), Volume, Issue, Pages (rentang), Date, DOI
Pages diisi rentang seluruh artikel; halaman kutipan diisi saat sitasi.
Author, Title, Type (mis. “Tesis M.Th.”), University, Place, Date
Isi Type dengan istilah yang ingin tampil.
Title, Website Title, Date, URL, Accessed
Isi Accessed bila halaman tak bertanggal.
▶ 4.6 Penulis, editor, dan penerjemah
- Isi nama dengan dua kolom: Last (belakang) dan First (depan). Contoh: Last = Hurtado, First = Larry W.
- Ubah peran lewat menu di samping nama: Author, Editor, Translator, Series Editor, dsb. Peran ini menentukan munculnya “ed.” dan “trans.”
- Untuk lembaga (mis. Lembaga Alkitab Indonesia) atau nama tunggal yang tidak boleh dibalik, klik Switch to single field agar Zotero tidak membaliknya.
- Untuk beberapa penulis, klik tanda + untuk menambah baris, dan jaga urutan sesuai halaman judul buku.
- Nama dengan awalan (van, de, bin, dll.) dan nama Indonesia berpola khusus perlu dicek hasilnya pada bibliografi.
▶ 4.7 Bahasa dan huruf kapital judul
Turabian meminta judul ditulis dengan huruf kapital gaya judul. Gaya CSL menerapkan aturan ini otomatis untuk judul berbahasa Inggris. Agar judul berbahasa Indonesia tidak “diperbaiki” menurut aturan Inggris (misalnya “Teologi dan Misi” menjadi “Teologi Dan Misi”), isi field Language pada item:
- Judul Indonesia → Language: id
- Judul Inggris → Language: en
- Judul bahasa lain (Jerman, Belanda, Prancis, Latin) → kode bahasanya (de, nl, fr, la)
Ketik judul seperti tercantum di halaman judul buku. Biarkan Zotero yang mengatur kapitalisasi, jangan mengubah kapitalisasi manual untuk mengejar tampilan.
Judul dengan nama diri atau istilah yang harus tetap berhuruf kecil/besar tertentu dapat dilindungi dengan tag <span class=”nocase”>…</span> pada Title. Gunakan seperlunya.
▶ 4.8 Kesalahan data yang sering muncul
Ketik ulang dengan kapitalisasi wajar; Zotero akan menyesuaikan.
Tambahkan subjudul pada Title setelah titik dua.
Isi Place (mis. Grand Rapids, Jakarta, Pontianak).
Singkatkan sewajarnya (mis. “Eerdmans”).
Gunakan tahun edisi yang Anda pegang; catat tahun asli di Extra bila diperlukan.
Perbaiki urutan Last/First; periksa jenis peran.
▶ Bab 5 — Mengelola Library
▶ 5.1 Collection dan subcollection
Klik kanan My Library → New Collection. Anda dapat membuat subcollection dengan klik kanan pada collection. Contoh struktur untuk penulis teologi:
- Tesis / Skripsi
- Bab 1 – Pendahuluan
- Bab 2 – Kajian Pustaka
- Bab 3 – Eksegesis
- Mata kuliah (mis. Eksposisi Perjanjian Baru, Bahasa Yunani)
- Bahan khotbah / pengajaran
Satu item dapat berada di banyak collection sekaligus tanpa membuat salinan. Menghapus item dari collection tidak menghapusnya dari library; untuk menghapus permanen pakai Move Item to Trash.
▶ 5.2 Tag, catatan, dan item terkait
- Tag: label bebas (mis. Kristologi, Markus, Rahasia Mesias). Tag dapat diberi warna dan disematkan di bagian bawah panel kiri untuk filter cepat.
- Catatan (Notes): klik Add Note pada Item Pane untuk catatan anak, atau buat catatan mandiri dari tombol New Note.
- Related: tautkan item yang saling berkaitan (mis. komentar dan edisi kritisnya).
▶ 5.3 Membaca dan memberi anotasi PDF
- Klik dua kali lampiran PDF untuk membukanya di pembaca Zotero.
- Gunakan alat Highlight, Underline, Note, atau Area untuk menandai bagian penting.
- Di Item Pane, anotasi muncul sebagai daftar dan dapat diubah menjadi catatan lewat Add Note from Annotations.
Nomor halaman PDF tidak sama dengan nomor halaman cetak buku. Pada catatan kaki, pakai nomor halaman cetak (yang tertera di halaman buku), bukan nomor halaman penampil PDF. Catat nomor cetak pada anotasi/catatan saat Anda membaca agar tidak salah kutip.
▶ 5.4 Pencarian dan pencarian tersimpan
Gunakan kotak pencarian untuk judul, penulis, tag, atau seluruh isi PDF (All Fields & Tags atau Everything). Untuk pencarian yang sering dipakai, pilih Advanced Search lalu Save Search.
▶ 5.5 Membersihkan duplikat
- Klik Duplicate Items di panel kiri.
- Pilih satu kelompok duplikat; Zotero menampilkan versi yang akan digabung.
- Pilih versi master dan klik Merge. Tag, catatan, dan lampiran digabung.
▶ 5.6 Group library untuk kerja tim atau kelas
Di zotero.org Anda dapat membuat grup (publik atau privat) untuk berbagi referensi dengan dosen, pembimbing, atau tim penelitian. Grup muncul sebagai library tambahan di panel kiri. Tambahkan item dengan menyeretnya dari My Library.
▶ 5.7 Ekspor dan impor
Gunakan File → Export Library… dan pilih format (RIS, BibTeX, CSL JSON, atau Zotero RDF). Untuk mengimpor dari aplikasi lain (mis. Mendeley), gunakan File → Import… dan pilih berkas RIS/BibTeX hasil ekspor.
▶ 5.8 Cadangan
- Sinkronisasi bukan pengganti cadangan.
- Cari folder data lewat Settings → Advanced → Files and Folders → Data Directory Location, lalu salin seluruh folder ke penyimpanan terpisah secara berkala.
- Lakukan juga ekspor library berkala sebagai cadangan tambahan.
▶ Bab 6 — Menyisipkan Catatan Kaki di Microsoft Word
▶ 6.1 Mengenal tab Zotero di Word
Menyisipkan atau mengubah sitasi (di sini: catatan kaki).
Menyisipkan atau memperbarui bibliografi.
Memilih gaya, bahasa, dan jenis catatan (footnote/endnote).
Memperbarui seluruh sitasi dan bibliografi setelah ada perubahan.
Mengubah sitasi menjadi teks biasa, tak dapat lagi dikelola Zotero.
▶ 6.2 Mengatur Document Preferences
- Letakkan kursor di dalam dokumen, klik Zotero → Document Preferences.
- Pilih gaya Turabian 9th edition (full note).
- Pada Language, pilih English (US) agar singkatan seperti Ibid., ed., dan trans. sesuai Turabian.
- Pada Store citations as, pilih Footnotes (bukan Endnotes), kecuali dosen meminta catatan akhir.
- Klik OK.
▶ 6.3 Menyisipkan catatan kaki pertama
- Letakkan kursor di akhir kalimat atau kutipan, setelah tanda baca.
- Klik Zotero → Add/Edit Citation.
- Pada kotak pencarian yang muncul, ketik sebagian nama penulis, judul, atau tahun. Pilih item dari hasil.
- Klik “gelembung” (bubble) item yang baru dipilih. Pada kolom Page, isi halaman yang dikutip (mis. 45 atau 45–46).
- Tekan Enter. Zotero membuat catatan kaki bernomor otomatis dan menuliskan format Turabian lengkap.
Bila field Page tidak terlihat, klik gelembung item untuk membuka opsi Label/Locator, Prefix, dan Suffix. Pilih label Page (pada Turabian, nomor halaman ditulis tanpa “p.”). Gunakan Prefix untuk kata pengantar seperti “See” dan Suffix untuk keterangan tambahan.
▶ 6.4 Beberapa sumber dalam satu catatan kaki
Dalam dialog yang sama, setelah memilih item pertama, ketik dan pilih item kedua sebelum menekan Enter. Kedua sumber akan masuk satu catatan kaki, dipisah titik koma. Ingat aturan Bab 2.4: catatan yang memuat dua sumber tidak dapat diikuti Ibid.
▶ 6.5 Menghasilkan Ibid. dan nota ringkas
Anda tidak perlu mengetik Ibid. Cukup sisipkan sitasi sumber yang sama seperti biasa:
- Kutipan pertama dari sebuah sumber → nota lengkap.
- Kutipan kedua dan seterusnya, tidak berurutan → nota ringkas (nama belakang, judul singkat, halaman).
- Kutipan berurutan dari sumber yang sama (tanpa catatan lain di antaranya) → Ibid. atau Ibid., 47.
Jika Anda memindahkan paragraf atau menghapus sebuah catatan kaki, klik Refresh agar Ibid. dan nota ringkas dihitung ulang. Jangan mengedit teks hasil Zotero langsung di catatan kaki (lihat 6.7).
▶ 6.6 Menambah teks komentar pada catatan kaki
Bila Anda ingin menulis catatan diskursif (komentar) disertai sumber, buat catatan kaki Word biasa dan ketik komentar Anda. Letakkan kursor di dalam catatan kaki itu, lalu klik Add/Edit Citation dan pilih sumbernya; Zotero menyisipkan sitasi di dalam catatan kaki yang sudah ada tanpa membuat catatan baru. Periksa hasilnya, karena perilaku Ibid. pada catatan campuran bisa berbeda dari catatan murni sitasi.
▶ 6.7 Mengedit atau menghapus sitasi
- Mengubah halaman atau sumber: klik pada sitasi di catatan kaki → Add/Edit Citation → ubah → Enter.
- Menghapus sitasi: pilih seluruh teks sitasi (area berlatar abu-abu) di catatan kaki lalu hapus; hapus juga nomor catatan di badan teks agar tidak ada catatan kosong.
- Jangan mengetik langsung di dalam area sitasi. Zotero akan menimpa perubahan itu saat Refresh dan dapat menampilkan peringatan “manually modified”.
▶ 6.8 Membuat bibliografi
- Di akhir dokumen, ketik judul Bibliografi (atau “Daftar Pustaka”) pada baris tersendiri.
- Pada baris berikutnya klik Zotero → Add/Edit Bibliography.
- Zotero memuat semua sumber yang dikutip, urut alfabetis, dengan format Turabian.
- Atur gaya paragraf Bibliography di Word bila perlu (spasi tunggal, hanging indent).
Bibliografi memuat hanya sumber yang disitasi dalam dokumen. Bila pedoman Anda meminta juga sumber bacaan tambahan yang tidak dikutip, tambahkan manual sesuai format Turabian.
▶ 6.9 Mengerjakan dokumen panjang
- Selesaikan satu dokumen utama bila memungkinkan; Ibid. dan nomor catatan kaki dihitung per dokumen.
- Bila tulisan dikerjakan per bab, gabungkan bab ke satu dokumen, lalu atur ulang Document Preferences dan klik Refresh. Periksa ulang nota pertama pada bab yang baru digabung.
- Simpan salinan cadangan sebelum melakukan operasi besar.
▶ 6.10 Membagikan dokumen
- Dosen/pembimbing yang menerima .docx tanpa Zotero tetap melihat teks sitasi, tetapi tidak dapat mengelolanya.
- Untuk berkas final, kirim PDF. Bila harus mengirim .docx final tanpa kode Zotero, buat salinan dokumen, lalu klik Unlink Citations pada salinan itu. Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.
- Jangan membuka dan menyimpan dokumen berkode Zotero di aplikasi lain (mis. Pages atau Google Docs konversi) bila ingin tetap mengelolanya.
▶ Bab 7 — Verifikasi Ibid. dan Pemecahan Masalah
▶ 7.1 Uji cepat Ibid.
- Buka dokumen kosong dan atur Document Preferences seperti Bab 6.2.
- Sisipkan sitasi sumber A, halaman 10.
- Pada catatan kaki berikutnya, sisipkan sumber A lagi, halaman 12.
- Pada catatan ketiga, sisipkan sumber B.
- Pada catatan keempat, sisipkan sumber A, halaman 15.
Hasil yang benar: catatan 1 lengkap; catatan 2 “Ibid., 12.”; catatan 3 lengkap; catatan 4 nota ringkas (A tidak tepat berada di atas). Bila catatan 2 tidak menjadi Ibid., gaya yang terpasang memakai nota ringkas tanpa Ibid.
▶ 7.2 Bila Ibid. tidak muncul
- Periksa Document Preferences: pastikan gaya yang dipilih adalah Turabian 9th edition (full note), bukan gaya author-date.
- Cari di zotero.org/styles varian gaya Chicago/Turabian yang menyebut “ibid”; pasang dan uji ulang dengan 7.1.
- Pastikan catatan 1 dan 2 benar-benar berurutan dan hanya memuat satu sumber masing-masing.
- Bila sampai di titik ini Ibid. tetap tidak ada pada semua varian, pakai nota ringkas (cara yang justru dianjurkan Turabian 9) dan konsultasikan dengan dosen. Sebagai jalan terakhir, setelah dokumen benar-benar final, buat salinan, Unlink Citations, lalu ganti nota ringkas berurutan menjadi “Ibid.” secara manual. Cara ini rawan salah; lakukan hanya pada salinan akhir.
▶ 7.3 Tabel masalah umum
Tutup Word → Zotero Settings → Cite → Word Processors → Reinstall Add-in → buka Word. Pastikan Word dan Zotero ditutup/dibuka dengan hak akses yang sama (jangan satu sebagai administrator).
Pastikan Zotero terbuka. Tutup dialog lain di Word. Mulai ulang Word dan Zotero.
Document Preferences → pastikan gaya catatan (full note) dan Store citations as: Footnotes.
Item dihapus dari library atau tidak ditemukan. Pulihkan dari Trash atau pilih item lain lewat Add/Edit Citation.
Teks sitasi diketik langsung. Pilih Keep untuk mempertahankan atau Cancel lalu edit lewat dialog.
Isi field Language: id pada item.
Gunakan single field atau perbaiki Last/First.
Periksa bahwa Anda memakai nomor halaman cetak, bukan nomor PDF; edit locator di dialog.
Klik Refresh; pastikan data penulis terisi di semua item.
Pasang lewat Settings → Cite → Styles → + atau dari zotero.org/styles.
Periksa koneksi, kredensial akun, dan kuota penyimpanan berkas.
▶ Bab 8 — Daftar Periksa dan Sumber Tambahan
▶ 8.1 Daftar periksa sebelum menyerahkan tulisan
- Gaya dokumen: Turabian 9th edition (full note), catatan: Footnotes, bahasa: English (US).
- Setiap sumber memiliki penulis, judul, kota, penerbit, tahun yang lengkap dan benar.
- Field Language terisi (id/en/dll.) pada setiap item.
- Halaman pada catatan kaki adalah nomor halaman cetak.
- Uji Ibid.: urutan lengkap → Ibid. → nota ringkas berjalan benar.
- Bibliografi sudah dibuat dan di-Refresh, urut alfabetis, memakai hanging indent.
- Teks Alkitab tidak masuk bibliografi dan ditulis sesuai pedoman kampus.
- Font dan spasi catatan kaki/bibliografi sesuai pedoman institusi.
- Salinan cadangan dokumen dan library sudah dibuat.
▶ 8.2 Sumber resmi
- zotero.org/support — dokumentasi resmi Zotero.
- zotero.org/styles — repositori gaya sitasi.
- forums.zotero.org — forum komunitas dan bantuan.
- Buku A Manual for Writers of Research Papers, Theses, and Dissertations (Turabian, edisi ke-9) dan pedoman penulisan institusi Anda sebagai rujukan akhir aturan sitasi.
Manual ini adalah panduan teknis penggunaan perangkat lunak. Bila hasil perangkat lunak berbeda dari pedoman penulisan kampus atau arahan dosen pembimbing, pedoman kampus dan dosen yang menentukan.