Khotbah: Akulah Dia (Ἔγω Eἴμι) Kristologi Yohanes 8

Akulah Dia Ἔγω Eἴμι Kristologi Yohanes 8

Yohanes 8:2-11

YOHANES 8:2-11

4 lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Latar Belakang & Masalah Teologis

Latar Belakang & Masalah Teologis

  • Lokasi: Bait Allah saat Perayaan Pondok Daun (Yohanes 7:2, 10).
  • Situasi: Konfrontasi teologis Yesus dan para pemimpin Yahudi (Yohanes 8).
  • Konten: Yohanes 8 Kaya dengan pernyataan Teologis tentang Siapa Yesus

Yesus: Otoritas atas Hukum (Yoh 8:2-11)

Yesus: Otoritas atas Hukum (Yoh 8:2-11)

  • Dilema: Perempuan berzina.
    • Hukum Musa: Dirajam (Imamat 20:10).
    • Hukum Romawi: Melarang hukuman mati.
  • Respons Yesus: Menulis dengan jari di tanah.
    • Simbolisme: Mengingatkan pada “jari Allah“ yang menulis Hukum (Keluaran 31:18)
    • Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah. (Keluaran 31:18)
  • Implikasi: Otoritas Yesus untuk mengampuni melampaui tuntutan Hukum Musa dan Hukum Romawi.

Yesus: Terang & Kemerdekaan (Yoh 8:12-32)

Yesus: Terang & Kemerdekaan (Yoh 8:12-32)

  • Klaim Terang: “Akulah (Ἔγω Eἴμι) terang dunia.”
    • Konteks: Upacara pemasangan Empat Obor Bait Allah pada perayaan Pondok Daun di empat menara untuk menerangi seluruh Yerusalem. (Mishnah Sukkah 5:2-4).
    • Klaim Yesus: Yesus adalah tiang api yang menuntun Israel.
  • Klaim Kebenaran: “Kebenaran akan memerdekakan kamu.”
    • Konflik: Kemerdekaan fisik (dari Mesir) vs. Kemerdekaan sejati dari perbudakan dosa.

Yesus: Anak Manusia dan Yahweh (Yoh 8:28, 58)

Yesus: Anak Manusia dan Yahweh (Yoh 8:28, 58)

  • Klaim Utama: “Apabila kamu meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia.“ (8:28)
    • “Meninggikan”: Makna ganda—penyaliban & pemuliaan.
    • Penggenapan: Seperti ular tembaga yang ditinggikan (Bilangan 21:8-9).
    • “Anak Manusia”: Otoritas atas bangsa-bangsa.
    • Penggenapan: Daniel 7:13-14

13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. 

  • Klaim Final: “Sebelum Abraham jadi, Aku ada.”
    • Linguistik: Ἔγω Eἴμι (24, 17, 7)
    • Teologis: 7 x (= EHYEH, ASYER, EHYEH, YAHWEH, Keluaran 3:14; Yohanes 4:26, 18:5-8)
  • Respons: Mengambil batu untuk merajam Yesus.

Implikasi Kristologis

Implikasi Kristologis

  • Yohanes 8: Bukan sekadar narasi moral, tetapi Kristologi yang mendalam.
    • Identitas Anak Manusia dan Ἔγω Eἴμι tidak terpisahkan dari misi salib-Nya.
    • Mati untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa.
  • Panggilan: Pengetahuan sejati tentang Ἔγω Eἴμι hanya diperoleh melalui salib, di mana Allah yang tak terbatas rela menjadi manusia dan mati untuk menyelamatkan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI