Kasus Akusatif (Accusative Case)
Makna dasar kasus akusatif dalam bahasa Yunani Koine adalah membatasi atau menentukan cakupan tindakan.
Menjawab pertanyaan: “sejauh apa?” atau “kepada siapa tindakan diarahkan?”
A. Penggunaan Substantival (Noun / Nominal)
1. Akusatif sebagai objek langsung (Accusative as Direct Object)
Bentuk paling umum dari akusatif. Kata benda (nomina) dalam akusatif merupakan penerima langsung dari tindakan kata kerja transitif.
Jika ada verba yang membutuhkan objek, objeknya akan berada dalam kasus akusatif.
Penjelasan tambahan: Akusatif sebagai objek langsung membantu membedakan subjek (pelaku) dan objek (penerima tindakan). Dalam bahasa Yunani, posisi kata dalam kalimat fleksibel, tetapi akusatif tetap dikenali karena akhiran kata.
2. Akusatif ganda (Double Accusative)
Satu verba dapat mengambil dua objek akusatif sekaligus. Biasanya terdiri dari:
- Accusative of Person + Thing — objek orang + objek benda pada saat yang sama. Menekankan siapa yang menerima tindakan dan apa yang diterima.
- Object–Complement Accusative — objek + pelengkap objek (diterjemahkan “sebagai / to be”). Menjelaskan kondisi atau status objek sebagai hasil tindakan.
Penjelasan tambahan: Double accusative sering muncul dengan verba pengakuan, menyebutkan seseorang dengan sesuatu atau menjadikan sesuatu sebagai sesuatu. Ini berbeda dengan konstruk biasa yang hanya satu akusatif.
Contoh Person + Thing:
Matius 21:24
Contoh Object–Complement:
Roma 10:9
3. Akusatif seakar (Cognate Accusative)
Objek akusatif berasal dari akar kata yang sama dengan kata kerjanya.
Dipakai untuk penegasan atau memberi intensitas pada tindakan (“mereka bersukacita dengan sukacita besar”).
Penjelasan tambahan: Cognate accusative menekankan makna kata kerja. Contoh: to rejoice joyfully—tindakan dan benda secara leksikal sama, memperkuat ekspresi emosi atau intensitas.
4. Akusatif sebagai predikat (Predicate Accusative)
Akusatif dipakai sebagai predikat dalam hubungan kopulatif dengan objek (biasanya infinitif atau partisip).
Menjelaskan apa atau siapa objek itu (fungsi predikat).
Penjelasan tambahan: Biasanya muncul dengan verba seperti “menyebut”, “menjadikan”, atau “menyatakan”. Fungsi ini menunjukkan hubungan identitas atau atribut antara objek dan kualitas/status yang diterimanya.
5. Akusatif sebagai subjek dari infinitif (Accusative Subject of the Infinitive)
Dalam konstruksi infinitif, bahasa Yunani tidak memakai nominatif sebagai subjek seperti bahasa Indonesia/Inggris,
tetapi menggunakan akusatif sebagai subjek dari infinitif.
Penjelasan tambahan: Konstruksi ini penting untuk kalimat tidak langsung (indirect statement) atau klausa pelengkap. Misalnya, “Saya melihat dia pergi” — “dia” akan muncul dalam akusatif karena subjek dari kata kerja infinitif.
6. Akusatif objek yang tetap (Retained Accusative)
Ketika verba transitif diubah menjadi pasif, akusatif yang merupakan objek langsung tetap berada dalam akusatif
walaupun tidak lagi menjadi objek langsung dalam struktur pasif.
Penjelasan tambahan: Hal ini terutama muncul pada konstruksi pasif deponent atau ketika subjek pasif secara sintaksis tidak mengubah kasus akusatif asli, menjaga kejelasan arti.
7. Akusatif Menggantung (Pendent Accusative)
Nomina akusatif diletakkan di awal kalimat sebagai pengantar topik.
Setelah itu, frasa tersebut diulang dalam bentuk pronomina.
Penjelasan tambahan: Fungsi stylistic ini memberi penekanan pada objek atau topik sebelum menyatakan predikat atau konteks kalimat lebih lanjut.
8. Akusatif dalam Aposisi (Accusative in Apposition)
Dua nomina akusatif berdampingan, di mana nomina kedua menjelaskan atau mendefinisikan nomina pertama.
Penjelasan tambahan: Struktur ini mirip dengan appositive dalam bahasa Inggris. Misalnya, “Saulus, orang Tarsus” — kedua kata benda tetap dalam akusatif jika mereka fungsi objek dari kata kerja yang sama.
B. Penggunaan Adverbial (Keterangan / Adverbial)
1. Akusatif keterangan cara (Accusative of Manner)
Akusatif dipakai seperti keterangan cara. Menjawab pertanyaan: “bagaimana tindakan itu dilakukan?”
Penjelasan tambahan: Sering ditandai dengan kata sifat/adjektiva atau nomina yang menerangkan tindakan. Misalnya, “dengan kasih” atau “dengan sukacita” — menekankan cara atau sikap pelaku saat melakukan tindakan.
2. Akusatif keterangan waktu/jarak (Accusative of Measure / Extent of Time/Space)
Menjelaskan berapa lama suatu tindakan terjadi atau seberapa jauh jarak tindakan berlangsung.
Penjelasan tambahan: Akusatif semacam ini sering muncul dengan angka atau istilah kuantitas, dan dapat berfungsi sebagai adverbial modifier. Misalnya: “tiga hari” atau “sepuluh mil” menunjukkan durasi atau jarak secara spesifik.
3. Akusatif keterangan hal / tentang (Accusative of Reference)
Menjelaskan “dalam hal apa” suatu tindakan berlaku. Digunakan untuk mempersempit aspek atau bidang tertentu dari tindakan.
Penjelasan tambahan: Ini membantu menekankan spesifik konteks atau objek perhatian suatu tindakan. Misalnya, “mereka bersukacita dalam hal ini” — akusatif mengarahkan fokus tindakan.
4. Akusatif dalam sumpah (Accusative in Oaths)
Akusatif dipakai untuk menunjukkan objek atau pihak yang dijadikan dasar sumpah.
Penjelasan tambahan: Dalam idiom Yunani, akusatif menegaskan komitmen atau tanggung jawab terhadap objek sumpah. Misalnya, “Demi Allah” — Allah tetap dalam akusatif sebagai pihak yang dijadikan acuan sumpah.
C. Akusatif setelah Preposisi
Beberapa preposisi dalam bahasa Yunani wajib diikuti kasus akusatif.
Preposisi paling umum adalah εἰς (ke/dalam).
Penjelasan tambahan: Akusatif setelah preposisi menunjukkan arah, tujuan, atau penerimaan tindakan. Berbeda dengan genitif yang menunjukkan asal atau kepemilikan, dan datif yang menunjukkan lokasi statis.