Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Bahasa Yunani 2 – 3. Fungsi-fungsi Nominatif

PENDALAMAN KASUS NOMINATIVE

[collapsible Title=”1. Nominative sebagai Subyek dalam kalimat”]

1. Nominative sebagai Subyek dalam kalimat

Penggunaan paling umum dari kasus nominative, dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, adalah sebagai subyek dari sebuah kalimat. Kasus nominatif adalah kasus penunjukkan sebuah kata benda dalam kalimat dan menandakan subyek kata kerja[4]. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan nominatif sebagai subyek dalam kalimat bahasa Yunani Perjanjian Baru,

  1. Εὐλογητὸς εἶ, κύριε, ὁ θεὸς τοῦ Ἰσραήλ, ὅτι ἐπεσκέψατο καὶ ἐποίησεν λύτρωσιν τῷ λαῷ αὐτοῦ (Lukas 1:68) – “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, karena Ia telah melawat dan menebus umat-Nya.”
  2. Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος (Yohanes 1:1) – “Pada mulanya ada Firman, dan Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.”

Kedua contoh di atas, kata benda yang berfungsi sebagai subyek dalam kalimat ditunjukkan oleh kasus nominatif.

 

[/collapsible]

[collapsible Title=”2. Predicate Nominative (Nominatif Predikat)”]

2. Predicate Nominative (Nominatif Predikat)

Penggunaan nominative, dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, sebagai predikat dalam kalimat tidaklah umum. Penggunaan kasus nominatif paling umum adalah menjadi subyek dari sebuah kalimat. Namun, terdapat beberapa contoh penggunaan nominatif sebagai predikat dalam kalimat bahasa Yunani Perjanjian Baru. Berikut adalah beberapa contoh

  1. Yohanes 1:1 – “καὶθεὸςἦν ὁ λόγος, dan Firman itu adalah Allah”, di sini, “θεὸς” adalah nominatif (tanpa artikel ὁ) yang menjelaskan λόγος jadi “θεὸς” adalah nominatif yang berfungsi sebagai predikat.
  2. Yohanes 8:58 – “πρὶν Ἀβραὰμ γενέσθαι ἐγὼ εἰμί, Sebelum Abraham jadi, Aku ada”. “ἐγὼ εἰμί” dalam kalimat ini adalah Nominatif yang berfungsi sebagai predikat.
  3. Yohanes 10:11 – Ἐγώ εἰμι ὁ ποιμὴν ὁ καλός, (Aku adalah gembala yang baik). “ὁ ποιμὴν ὁ καλός” di sini, adalah nominatif yang berfungsi sebagai predikat yang menjelaskan Ἐγώ εἰμι

Kasus nominatif juga digunakan sebagai predikat untuk menyatakan keberadaan atau identitas subjek kalimat.

[/collapsible]

[collapsible Title=”3. Nominative in Simple Apposition (Nominatif dalam Aposisi Sederhana)”]

3. Nominative in Simple Apposition (Nominatif dalam Aposisi Sederhana)

Nominatif dalam Aposisi Sederhana adalah penggunaan dua kata benda atau kata benda dalam kasus nominatif dalam satu klausa, di mana kata benda kedua menjelaskan atau menerangkan kata benda pertama. Dalam konteks Perjanjian Baru, aposisi sederhana ini berfungsi untuk menegaskan atau memberi informasi tambahan tentang subjek kalimat dengan menggunakan kata benda nominatif yang berdampingan.

Berikut adalah beberapa contoh dalam Perjanjian Baru dengan teks Yunani:

  1. Yohanes 1:29
    Ἰδοὺ ὁ ἀμνὸς τοῦ θεοῦ ὁ αἴρων τὴν ἁμαρτίαν τοῦ κόσμου
    (“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”)
    Di sini, ὁ ἀμνὸς τοῦ θεοῦ (“Anak Domba Allah”) adalah aposisi nominatif yang menjelaskan subjek.
  2. Lukas 3:38
    Ἐνώχ, υἱὸς Σηθ, υἱὸς Ἀδὰμ, υἱὸς θεοῦ
    (“Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.”)
    Semua frasa anak-anak ini adalah nominatif dan berdampingan sebagai aposisi sederhana yang menjelaskan identitas Enos.
  3. 1 Korintus 1:1
    Παῦλος κλητὸς ἀπόστολος Χριστοῦ Ἰησοῦ διὰ θελήματος θεοῦ
    (“Paulus, yang dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah.”)
    Di sini Παῦλος dan ἀπόστολος (rasul) adalah dalam nominatif dan berfungsi sebagai aposisi sederhana.

Aposisi nominatif sering menggunakan artikel tertentu (ὁ, ἡ, τό) untuk memperjelas hubungan antar kata benda.

Fungsi ini umum untuk menegaskan atau menjelaskan identitas seseorang atau sesuatu dalam sebuah kalimat.

Nominatif dalam aposisi sederhana adalah cara tata bahasa Yunani untuk secara langsung mengaitkan dua kata benda sebagai identitas atau penjelas dalam sebuah klausa, yang sangat sering ditemukan dalam teks Perjanjian Baru.

[/collapsible]

[collapsible Title=”4. Nominative Absolute (Nominatif Absolut)”]

4. Nominative Absolute (Nominatif Absolut)

Nominatif Absolut (Nominative Absolute) adalah penggunaan kata benda atau partisip dalam kasus nominatif yang berdiri sendiri secara gramatikal, tanpa hubungan sintaksis langsung dengan bagian utama kalimat. Fungsi nominatif absolut biasanya memberikan informasi latar belakang, penyebab, waktu, kondisi, atau cara berjalannya peristiwa utama tanpa mengubah struktur utama kalimat.

Contoh dalam Perjanjian Baru:

  1. Kisah Para Rasul 25:10
    Παῦλος ἔφη· ‘Εἰς τὸ βῆμα Καίσαρος ἐστῶς εἰμί…’
    (“Paulus berkata, ‘Aku berdiri di hadapan tribun Kaisar…'”)
    Di sini, ἐστῶς (berdiri) adalah partisip nominatif yang berfungsi sebagai nominatif absolut, menunjukkan keadaan Paulus saat berbicara.
  2. Yohanes 1:30
    οὗτος ἐστιν ὑπὲρ οὗ ἐγὼ εἶπον
    (“Dialah, tentang siapa aku berkata…”)
    Frasa ini menunjukkan penggunaan nominatif dalam kalimat yang berdiri sendiri sebagai penjelas.

Nominatif absolut sering terdiri dari kata benda atau partisip ke dalam kasus nominatif yang memberitahukan keadaan atau situasi yang menyertai subjek atau peristiwa di kalimat utama.

Biasanya dipakai untuk memberikan konteks secara singkat tanpa mengganggu alur kalimat utama.

Penggunaan nominatif absolut dalam Perjanjian Baru memungkinkan untuk menyisipkan keterangan situasional atau deskriptif sambil mempertahankan kejelasan dan kelancaran narasi utama.

[/collapsible]

[collapsible Title=”5. Nominative Pendens (Nominatif Penden)”]

5. Nominative Pendens (Nominatif Penden)

Nominative Pendens (Nominatif Penden) adalah istilah tata bahasa Yunani yang merujuk pada sebuah nominatif yang berdiri sendiri atau “tergantung” dalam kalimat, biasanya berada di awal kalimat atau klausa sebagai penyebutan topik, subjek, atau “heading” yang menonjolkan peran utama dalam konteks yang menyusul. Nominatif pendens berfungsi sebagai penanda topik yang fokus dalam suatu kalimat tanpa langsung tergabung secara gramatikal dengan predikat pada klausa utamanya.

Contoh Penggunaan Nominative Pendens di Perjanjian Baru dengan Teks Yunani

  1. Markus 1:1
    [Ἀρχὴ τοῦ εὐαγγελίου Ἰησοῦ Χριστοῦ, υἱοῦ τοῦ θεοῦ]
    (“Awal kabar baik tentang Yesus Kristus, Anak Allah.”)
    Di sini, Ἀρχὴ (“awal”) berdiri sebagai nominatif pendens, memperkenalkan topik utama yakni “kabar baik.”
  2. Yohanes 1:1
    Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος
    (“Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.”)
    Frasa ὁ λόγος (“Firman”) di awal berfungsi seperti nominative pendens, memperkenalkan topik pembicaraan.
  3. Galatia 1:10
    Τί ἄρα ἀνθρωπος ἐγώ εἰμι; ἢ Χριστοῦ δοῦλος;
    (“Jadi siapakah aku? Ataukah hamba Kristus?”)
    Di sini, Τί ἄρα ἀνθρωπος ἐγώ εἰμι (“Jadi siapakah aku?”) mengawali pernyataan dengan nominatif pendens yang menonjolkan pembicara.

Fungsi dan Manfaat

Kesimpulannya, nominative pendens adalah nominatif yang berdiri “menggantung” di awal sebuah kalimat atau frasa dalam teks Yunani Perjanjian Baru sebagai penegas atau topik sebelum melanjutkan dengan klausa utama, contoh-contohnya muncul dalam berbagai bagian Alkitab Yunani menunjukkan fitur penting dalam sintaksis bahasa itu.

[/collapsible]

[collapsible Title=”6. Parenthetic Nominative (Nominative of Address)”]

6. Parenthetic Nominative (Nominative of Address)

Parenthetic Nominative (Nominative of Address) adalah penggunaan kasus nominatif dalam sebuah kalimat di mana kata benda atau pronomina nominatif berfungsi sebagai sisipan atau interjeksi yang berdiri sendiri di tengah kalimat untuk menegaskan atau menarik perhatian, sekaligus berfungsi sebagai panggilan atau alamat langsung kepada pendengar atau pembaca. Ini sering muncul sebagai nominatif yang tidak berhubungan langsung secara tata bahasa dengan klausa utama, tetapi berperan sebagai bagian yang memberikan penekanan atau menyampaikan panggilan.

  1. Definisi Parenthetic Nominative
    Parenthetic Nominative adalah subjek dalam klausa tersisip (parenthesis) yang mungkin berdiri sendiri atau terpisah secara sintaksis dari klausa utama. Kata nominatif ini dapat menegaskan sebuah pendapat atau menyisipkan komentar pembicara secara langsung kepada audiens, misalnya dengan menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua yang berguna sebagai alat interjeksi.
  2. Nominative of Address (Nominative of Direct Address)
    Nominative of Address adalah penggunaan nominatif untuk menyebut orang yang diajak bicara langsung, biasanya dalam dialog atau seruan. Ini mirip dengan kasus vokatif dalam bahasa Yunani, tetapi nominatif juga digunakan untuk tujuan ini terutama dalam konteks Alkitab Yunani.
  3. Fungsi Sintaksis
    • Menginterupsi atau menyisipkan komentar yang bersifat pribadi atau menegaskan.
    • Memanggil atau mengarahkan pembicaraan secara langsung kepada pendengar.
    • Menarik perhatian audiens atau menegaskan identitas subjek.
  4. Ciri-ciri
    • Biasanya berupa kata ganti orang (contoh: ἐγώ – “saya”) atau kata benda yang menunjuk pada pendengar.
    • Tidak selalu berhubungan secara tata bahasa dengan predikat utama.
    • Berada dalam posisi terpisah, sebagai sisipan parentetik dalam kalimat.

Contoh dalam Perjanjian Baru dengan teks Yunani:

  1. Galatia 5:11
    Ἐγὼ δὲ, ἀδελφοί, εἰ διατελῶ ἔτι κηρύσσων περιτομήν…
    (“Tetapi saya, saudara-saudara, jika aku masih memberitakan sunat…”)
    Di sini, Ἐγὼ (“Saya”) adalah Parenthetic Nominative sekaligus Nominative of Address, yang menyisip sebagai penekanan atau interjeksi langsung kepada “ἀδελφοί” (“saudara-saudara”).
  2. Lukas 4:23
    Ἰατρὲ, θεράπευσον σεαυτόν
    (“Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri”)
    Di sini Ἰατρὲ (“Tabib”) merupakan Nominative of Address, memanggil orang yang diajak bicara secara langsung.
  3. Yohanes 15:16
    οὐκ ὑμᾶς ἐξελέξαμαι, ἀλλ᾽ ἐγὼ ἐξελέξαμην ὑμᾶς
    (“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.”)
    Dalam kalimat ini, ἐγὼ (“Aku”) adalah Parenthetic Nominative yang menegaskan subjek.

Dari contoh-contoh ini, terlihat bahwa Parenthetic Nominative (Nominative of Address) dalam Perjanjian Baru sering digunakan untuk menyisipkan komentar penegasan, menarik perhatian pembaca, atau sebagai bentuk panggilan langsung yang memperkuat makna kalimat.

Singkatnya, Parenthetic Nominative memberi warna retoris dan komunikasi yang hidup dalam teks Perjanjian Baru, menjadikan pembicaraan lebih personal dan ekspresif.

Sumber informasi ini didapat dari kajian tata bahasa Yunani Perjanjian Baru dan contoh langsung ayat-ayat yang digunakan dalam teks asli Yunani.

[/collapsible]

[collapsible Title=”7. Nominative for Vocative (Nominatif untuk Vokatif)”]

7. Nominative for Vocative (Nominatif untuk Vokatif)

Nominative for Vocative (Nominatif untuk Vokatif) adalah penggunaan kasus nominatif sebagai pengganti kasus vokatif yang biasanya digunakan dalam bahasa Yunani Koine untuk menyapa atau memanggil seseorang secara langsung. Dalam banyak kasus, khususnya dalam Perjanjian Baru, bentuk vokatif yang khas tidak selalu digunakan, dan nominatif dipakai sebagai bentuk panggilan langsung ini.

  1. Fungsi Kasus Vokatif
    Kasus vokatif dalam bahasa Yunani dipakai khusus untuk alamat langsung, yakni ketika pembicara memanggil, menyapa, atau menarik perhatian seseorang. Biasanya, vokatif memiliki bentuk khusus yang berbeda dari nominatif (misalnya, nama yang berakhiran -ος dalam nominatif berubah menjadi -ε di vokatif).
  2. Penggunaan Nominatif untuk Vokatif
    • Banyak kata benda maskulin tunggal berakhiran -ος memiliki bentuk vokatif berakhiran -ε (contoh: Ἀλέξανδρος → Ἀλέξανδρε).
    • Namun, dalam Perjanjian Baru, terutama untuk kata-kata yang tidak memiliki bentuk vokatif khas atau untuk penekanan tertentu, kasus nominatif sering digunakan sebagai pengganti vokatif.
    • Contoh yang paling jelas adalah penggunaan bentuk nominatif dengan partikel ekslamatif seperti ὦ (ô) untuk menarik perhatian, contohnya ὦ θεέ (hai Allah) meskipun teknisnya nominatif.
  3. Alasan Penggunaan Nominatif sebagai Vokatif dalam Perjanjian Baru
    • Sederhana secara bentuk, karena beberapa kata benda tidak memiliki bentuk vokatif yang berbeda secara morfologis.
    • Formalitas dan gaya penulisan pada teks-teks Perjanjian Baru, yang terkadang mengambil penggunaan nominatif dengan partikel vokatif ὦ sebagai bentuk panggilan.
    • Pengaruh bahasa Ibrani dan Aram yang juga menggunakan nominatif dalam konteks alamat langsung.

Contoh dalam Perjanjian Baru (dengan teks Yunani)

  1. Yohanes 19:3
    Καὶ ἐγένου ἐξαίφνης ὁ Ἡρωδῆς (John 19:3)
    Dalam konteks ini, ada seruan langsung dengan kata “βασιλεῦς” (raja), dan dalam beberapa terjemahan dan manuskrip digunakan nominatif tanpa perubahan vokatif.
    Contoh vokatif yang lebih jelas muncul dalam seruan:
  2. Matius 27:29
    ὦ βασιλεῦ τῶν Ἰουδαίων – “Hai raja orang Yahudi”
    Di sini “βασιλεῦ” berasal dari nominatif “βασιλεύς” tanpa perubahan vokatif, dipakai sebagai panggilan langsung dengan partikel ὦ.
  3. Markus 15:34
    Ἐλωί, Ἐλωί, λιμὰ σαβαχθανί;
    Frasa ini adalah seruan Yesus dan mengandung penggunaan nominatif dalam bentuk panggilan langsung.
  4. Lukas 1:68
    Εὐλογητὸς κύριος ὁ θεὸς
    “Terpujilah Tuhan Allah,” di mana “κύριος” dan “θεός” nominatif dipakai dalam pujian dan panggilan langsung.

Intisari

Aspek Penjelasan
Kasus vokatif standar Bentuk khusus untuk alamat langsung (contoh: Ἀλέξανδρος → Ἀλέξανδρε)
Nominatif untuk vokatif Digunakan bilamana bentuk vokatif tidak ada atau untuk gaya penulisan/pernyataan formal
Tanda pengenal Sering dengan partikel ὦ (hai) sebelum kata benda nominatif
Fungsi utama Menyapa atau memanggil seseorang secara langsung

Nominative for Vocative adalah fenomena penting dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru di mana kasus nominatif digunakan untuk memanggil atau menyapa secara langsung, sering didampingi dengan partikel ὦ, sebagai pengganti atau variasi dari vokatif tradisional.

[/collapsible]

[collapsible Title=”8. Nominative of Exclamation (Nominatif untuk Seruan)”]

8. Nominative of Exclamation (Nominatif untuk Seruan)

Nominative of Exclamation (Nominatif untuk Seruan) adalah penggunaan kasus nominatif dalam bahasa Yunani untuk menyatakan seruan yang mengekspresikan emosi, kekaguman, kejutan, atau penekanan tanpa keterkaitan tata bahasa langsung dengan bagian lain dari kalimat. Dalam penggunaan ini, kata benda atau frasa dalam kasus nominatif berdiri sendiri sebagai sorotan atau ungkapan kejut yang kuat, mirip dengan seruan dalam bahasa Inggris seperti “Oh,” “Alangkah,” atau “Sungguh.”

Contoh Penggunaan dalam Perjanjian Baru dengan Teks Yunani

  1. Roma 11:33
    Ὦ βάθος πλούτου καὶ σοφίας καὶ γνώσεως θεοῦ
    (“Oh, kedalaman kekayaan dan hikmat dan pengetahuan Allah!”)
    Di sini βάθος (“kedalaman”) adalah nominatif yang berdiri sendiri sebagai seruan kekaguman terhadap kebesaran Allah tanpa terhubung langsung dengan kata kerja lain dalam kalimat tersebut.
  2. Lukas 24:34
    ἠγέρθη ὁ κύριος ἀληθῶς
    (“Tuhan benar-benar telah bangkit!”)
    Kata ὁ κύριος (“Tuhan”) dalam nominatif dipakai dalam konteks ini secara eksklamatif untuk menegaskan pernyataan yang penuh sukacita dan keheranan.
  3. Kisah Para Rasul 2:47
    Κύριος προσέθηκεν τῇ ἐκκλησίᾳ
    (“Tuhan menambahkan jemaat setiap hari.”)
    Meskipun ini bukan nominatif eksklamatif yang berdiri sendiri, sering dipakai dalam bentuk yang mengedepankan subjek dalam penekanan yang mirip dengan seruan.
  4. Yohanes 11:35
    Ἰησοῦς δὲ δάκρυσεν
    (“Yesus menangis.”)
    Kalimat singkat ini memperlihatkan nominatif Ἰησοῦς sebagai subjek yang diekspresikan dalam keadaan emosional, yang seolah menjadi seruan atau ekspresi.
  5. Roma 9:13
    Ἰακὼβ ἠγάπησα, τὸν δὲ Ἠσαῦ ἐμίσησα
    (“Yakub Kupilih, tetapi Esau Kupencilkan.”)
    Bentuk nominatif Ἰακὼβ dan Ἠσαῦ digunakan untuk penegasan yang kuat secara retoris, seperti kalimat seruan.
  6. Markus 15:34
    Ἐλωΐ, Ἐλωΐ, λεμὰ σαβαχθανί;
    (“Eloi, Eloi, lama sabakhthani?”)
    Ini adalah kalimat seruan Yesus saat di kayu salib, yang secara gramatikal bisa diartikan sebagai nominatif yang diikuti oleh kata seru.

Ringkasan Fungsi dan Efek

Nominatif untuk Seruan adalah ciri khas tata bahasa Yunani yang juga ditemui dalam pernyataan penting dan penuh semangat dalam Perjanjian Baru, menambah warna dan intensitas narasi dan pesan rohani.

[/collapsible]

[collapsible Title=”9. Nominatif dalam Kalimat Tanya”]

9. Nominatif dalam Kalimat Tanya

Nominatif dalam kalimat tanya dalam Perjanjian Baru berfungsi sebagai subjek atau predikat dalam pertanyaan yang diajukan, biasanya untuk menanyakan identitas atau keadaan subjek. Dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, kalimat tanya dengan nominatif sering diawali dengan kata tanya atau dengan intonasi tanya, dan nominatif bisa menjadi penentu siapa atau apa yang sedang ditanyakan.

  1. Fungsi Nominatif dalam Kalimat Tanya
  1. Bentuk Kalimat Tanya dengan Nominatif Umum
  1. Contoh dalam Perjanjian Baru dengan teks Yunani:
  2. Yohanes 1:29
    Τίς ἐστιν ὁ βασιλεὺς τῆς δόξης;
    Artinya: “Siapakah raja kemuliaan?”
    Di sini Τίς adalah kata tanya nominatif berarti “Siapa?”
  3. Markus 8:27
    Τίνα με λέγουσιν οἱ ἄνθρωποι εἶναι ὁ υἱὸς τοῦ ἀνθρώπου;
    Artinya: “Orang banyak berkata Aku siapakah Anak Manusia itu?”
    Nominatif dalam “Τίνα” (siapa) berfungsi sebagai objek pertanyaan, namun kata “ὁ υἱὸς τοῦ ἀνθρώπου” (Anak Manusia) dalam nominatif adalah yang sedang ditanyakan identitasnya.
  4. Lukas 20:3
    Ἀπεκρίθησαν αὐτῷ λέγοντες, Τίς ἐστιν;
    Artinya: “Mereka menjawab Dia: Aku siapakah Engkau?”
    Τίς ἐστιν adalah pertanyaan nominatif “Siapakah Engkau?”
  5. Yohanes 18:37
    Σύ εἶ ὁ βασιλεὺς τῶν Ἰουδαίων;
    Artinya: “Engkaulah raja orang Yahudi?”
    ὁ βασιλεὺς adalah nominatif yang menjadi subjek dalam pertanyaan kopulatif.
  6. Kesimpulan
    Kalimat tanya dengan nominatif di Perjanjian Baru menanyakan tentang identitas atau kondisi subjek melalui nominatif, sering dengan kata tanya τίς atau τί, dan bisa muncul sebagai subjek maupun predikat dalam kalimat tanya, menjaga fungsi nominatif sebagai penanda unsur inti kalimat yang ingin diketahui.

Penggunaan nominatif dalam kalimat tanya di Perjanjian Baru menggarisbawahi fokus pertanyaan pada subjek atau predikat yang sedang ditanyakan secara langsung melalui struktur dan kata tanya yang spesifik dalam bahasa Yunani.

[/collapsible]

[collapsible Title=”10. Nominatif dalam Kalimat Perintah”]

10. Nominatif dalam Kalimat Perintah

Nominatif dalam Kalimat Perintah dalam Perjanjian Baru adalah penggunaan kasus nominatif yang biasanya muncul dengan kata kerja perintah (imperatif) di mana subjeknya yang tidak diucapkan atau tersirat tetap berupa nominatif. Dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, kalimat perintah sering kali menggunakan imperatif, dan kata benda dalam kasus nominatif dapat berfungsi sebagai subjek tersirat yang diperintahkan untuk melakukan suatu tindakan.

  1. Kalimat Perintah (Imperatif) biasanya tidak menyebutkan subjek secara eksplisit, karena dalam bahasa Yunani subjeknya tersirat “engkau” atau “kalian” yang mengerjakan perintah tersebut.
  2. Namun, dalam beberapa kasus, kata benda nominatif dapat muncul sebagai penegasan atau bagian dari perintah, terkadang dalam tambahan frase atau aposisi.
  3. Penggunaan nominatif ini tidak seperti subjek biasa, tapi lebih sebagai penekanan atau identifikasi pelaku tindakan perintah.

Contoh-contoh dari Perjanjian Baru dengan teks Yunani:

  1. 1 Korintus 11:1
    Μιμηταί μου γίνεσθε, καθὼς καὶ ἐγὼ Χριστοῦ
    Artinya: “Jadilah peniru-peniruku, sama seperti aku adalah peniru Kristus.”
    Di sini kata Μιμηταί (peniru-peniru) adalah nominatif jamak yang merupakan subjek implisit perintah γίνεσθε (jadilah).
  2. Filipi 3:17
    Συμμιμηταί μου γίνεσθε, ἀδελφοί, καὶ σκοπεῖτε τοὺς οὕτως περιπατοῦντας
    Artinya: “Ikutlah teladanku, saudara-saudara, dan perhatikan orang-orang yang hidup seperti itu.”
    Kata Συμμιμηταί (peniru bersama) adalah nominatif jamak sebagai subjek dari perintah γίνεσθε (jadilah).
  3. Matius 5:44
    Ἀγαπᾶτε τοὺς ἐχθροὺς ὑμῶν
    Artinya: “Kasihilah musuh-musuhmu.”
    Ἀγαπᾶτε adalah imperatif jamak “kasihilah”, dengan subjek tersirat “kalian”, sedangkan kata benda efektif di sini adalah objek, tetapi imperatif mengimplikasikan subjek nominatif tersirat.

Dalam kalimat perintah, subjek nominatif biasanya tidak disebutkan tetapi tersirat (engkau/kalian).

Kata kata benda nominatif yang muncul menunjukkan siapa yang diperintahkan bertindak, seringkali ditegaskan dalam bentuk jamak untuk kelompok (misalnya, μίμηταί, peniru-peniru).

Nominatif dalam kalimat perintah memuat penekanan identitas pelaku perintah sekaligus perintah itu sendiri.

Kasus nominatif dalam kalimat perintah Perjanjian Baru hadir sebagai subjek tersirat, atau kadang-kadang sebagai penegasan pelaku perintah dalam bentuk kata benda nominatif yang menerima perintah secara langsung.

Referensi ini menunjukkan bahwa penggunaan nominatif dalam kalimat perintah membantu memperjelas siapa yang harus melakukan tindakan perintah tersebut, meskipun dalam bahasa Yunani subjek seringkali tidak dinyatakan secara eksplisit.

[/collapsible]

[collapsible Title=”Tugas Terstruktur dan Mandiri”]

[/collapsible]

Exit mobile version